Jika Hari Ini Adalah Kesempatan Terakhir
Bagaimana seandainya hari ini adalah hari terakhir kita? Sebuah renungan untuk meluruskan niat dan memperbaiki amal.
Hidup adalah kesempatan untuk beribadah, bertaubat, memperbaiki akhlak, dan menebar manfaat. Mengingat kematian bukan untuk berputus asa, melainkan untuk menjalani kehidupan dengan lebih bermakna.
22 Jumadilawal 1448 H · Senin, 2 November 2026
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”
QS. Ali 'Imran [3]: 185
Bagaimana seandainya hari ini adalah hari terakhir kita? Sebuah renungan untuk meluruskan niat dan memperbaiki amal.
Kisah berbagi sayur dan protein di sebuah kampung — bukti bahwa kebaikan sederhana bisa menebar keberkahan luas.
Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha. Inilah penjelasan seimbang antara ikhtiar dan menyerahkan hasil kepada Allah.
Ilmu sejati bukan yang membuat kita merasa pintar, melainkan yang membuat kita semakin menyadari keterbatasan diri.
Bagaimana seandainya hari ini adalah hari terakhir kita? Sebuah renungan untuk meluruskan niat dan memperbaiki amal.
Pintu surga yang paling tengah itu bernama orang tua. Jangan menunggu penyesalan untuk berbakti.
Kesombongan adalah penyakit hati yang halus. Ia menolak kebenaran dan merendahkan sesama. Inilah cara membersihkannya.
Kajian pekanan membersihkan hati bersama pembina majelis.
Majelis dzikir, tahlil, dan doa untuk yang telah mendahului.
Tabligh akbar terbuka untuk umum bersama penceramah tamu.
Hadiri kajian, bagikan materi dakwah, atau ikut serta dalam program sosial majelis — sesuai kemampuan dan kelapangan masing-masing.